Tirai malam yang panjang kini mula tersibak
Teka-teki misteri perlahan terkuak
Dan sinar pagi menerjah masuk ke kamarku yang suram
Pandanganku terlepas ke luar jendela
Lalu kulangkahkan kakiku menikmati hijaunya dunia
Menghirup nafas kebebasan yang mendinginkan
Walau hati ini masih berkandung gundah
Semangatku seakan membuncah
Mimpiku kian berkecambah.
Hari ini,
Aku hidup demi mimpiku sendiri
Untuk membuktikan bahwa aku tegar
Bahwa kecekalan mentafsirkan sebuah keberhasilan
Bahwa ketekunan melampaui peritnya kekecewaan
Dan anganku bukanlah kelemahan
Kata nista biarkan terkapan.
Nanti akan sampai saatnya
Saat kata-kataku bukan lagi angin yang tak dihiraukan
Akan bangkitlah nanti semangatnya
Mahkota Sang Raja di Istana mesti digenggam
Sebab Rajawali takkan megah jika takut terbang
Sebab mentari takkan mungkin terus di belakang.
Aku ingi membangun Syurga
Di atas bumi yang tak sempurna
Sekarang, mungkin jariku kaku tiada berita
Dan hanya biasa terukir senyum seindung duka
Tapi, mimpi untuk suatu saat nanti
Takkan boleh mati; mesti jadi abadi.
Malam Gema Puisi
No comments:
Post a Comment