June 30, 2009

Syurga di Bumi

Tirai malam yang panjang kini mula tersibak

Teka-teki misteri perlahan terkuak

Dan sinar pagi menerjah masuk ke kamarku yang suram

Pandanganku terlepas ke luar jendela

Lalu kulangkahkan kakiku menikmati hijaunya dunia

Menghirup nafas kebebasan yang mendinginkan

Walau hati ini masih berkandung gundah

Semangatku seakan membuncah

Mimpiku kian berkecambah.


Hari ini,

Aku hidup demi mimpiku sendiri

Untuk membuktikan bahwa aku tegar

Bahwa kecekalan mentafsirkan sebuah keberhasilan

Bahwa ketekunan melampaui peritnya kekecewaan

Dan anganku bukanlah kelemahan

Kata nista biarkan terkapan.

Nanti akan sampai saatnya

Saat kata-kataku bukan lagi angin yang tak dihiraukan

Akan bangkitlah nanti semangatnya

Mahkota Sang Raja di Istana mesti digenggam

Sebab Rajawali takkan megah jika takut terbang

Sebab mentari takkan mungkin terus di belakang.

Aku ingi membangun Syurga

Di atas bumi yang tak sempurna

Sekarang, mungkin jariku kaku tiada berita

Dan hanya biasa terukir senyum seindung duka

Tapi, mimpi untuk suatu saat nanti

Takkan boleh mati; mesti jadi abadi.


Malam Gema Puisi

No comments:

Post a Comment