August 12, 2009

Kamu di situ

Bukan
wajah itu yang mahuku tatap
jari itu yang mahuku genggam
diri itu yang mahuku pekap
hati itu yang mahuku faham


Tapi bagaimana
mampu aku nafikan
bisa aku abaikan
harus aku tinggalkan

Kalau
cuma aku dan kamu di situ.

July 31, 2009

Tangisan Bumi

................

Kalau dulu aku merenung awan
Seputih kapas selembut kekabu warnanya
Langit juga megah menonjol wajah
Sekali nafas ku hirup lapang terasa
Tenang jiwa citra minda

...............

Malam Apresiasi Puisi

July 28, 2009

aaaah!

2005
Mulanya ana mentah dahulu
Hati berdetik jiwa bertingkah
Gemersik shahdu mengusik kalbu
Sayang alunnya jauh terpisah

2006
Jejaklah kaki di bumi bertuah
Kocaklah hati mulanya mahu
Tawaflah warna menjejak langkah
Tulislah jiwa habis termangu

2007
Hijaunya daun sesuci aku
Mana datangnya tanya tak sudah
Bunga yang mekar layu di situ
Kembara hidup terus diredah

2008
Damainya pantai ombak mencelah
Setulus pasir puas berteleku
Batu berderai berdetak musnah
Kasihnya Qasir memandang pilu

2009
Seiring tawa hati bertemu
Mencari jejak kota yang basah
Sampai laut surut di bahu
Cukuplah masa mengota arah

Dedikasi buat mereka yang pernah hadir untuk sekian waktu.

June 30, 2009

Syurga di Bumi

Tirai malam yang panjang kini mula tersibak

Teka-teki misteri perlahan terkuak

Dan sinar pagi menerjah masuk ke kamarku yang suram

Pandanganku terlepas ke luar jendela

Lalu kulangkahkan kakiku menikmati hijaunya dunia

Menghirup nafas kebebasan yang mendinginkan

Walau hati ini masih berkandung gundah

Semangatku seakan membuncah

Mimpiku kian berkecambah.


Hari ini,

Aku hidup demi mimpiku sendiri

Untuk membuktikan bahwa aku tegar

Bahwa kecekalan mentafsirkan sebuah keberhasilan

Bahwa ketekunan melampaui peritnya kekecewaan

Dan anganku bukanlah kelemahan

Kata nista biarkan terkapan.

Nanti akan sampai saatnya

Saat kata-kataku bukan lagi angin yang tak dihiraukan

Akan bangkitlah nanti semangatnya

Mahkota Sang Raja di Istana mesti digenggam

Sebab Rajawali takkan megah jika takut terbang

Sebab mentari takkan mungkin terus di belakang.

Aku ingi membangun Syurga

Di atas bumi yang tak sempurna

Sekarang, mungkin jariku kaku tiada berita

Dan hanya biasa terukir senyum seindung duka

Tapi, mimpi untuk suatu saat nanti

Takkan boleh mati; mesti jadi abadi.


Malam Gema Puisi

June 14, 2009

Jauh

Jauh itu ada jarak yang terpisah
Jauh itu ada ruang yang memisah
Jauh itu dua insan yang terpisah
Jauh itu dua hati yang dipisah
Namun,
Jauh itu ada rindu yang tak sudah.

January 19, 2009

We both,

As I remember,
How many stars we had counted
Glancing up the night sky
You and me, together we hoped
To share the moments up and high.

As we walked this path,
Talking about what's been
Sharing the thoughts we both
Sticking through thick and thin.

As time passes,
We are gone in a distance
And everyone else seems hopeless
To guide me and treasure the world.

So please stay and we shall remain the memory that we shared
As you know how much I really cared.