Teman
Setiap pertemuan ada perpisahan
Namun hati ini masih tertanya-tanya
Adakah selepas perpisahan
Tidak ada lagi pertemuan..
Teman, tahukah dikau
Betapa sukarnya diri ini
Menempuh cabaran kehidupan
Tanpamu di sisi
Betapa aku kecewa saat itu
Kita terpaksa berpisah
Jatimu Indera Kayangan
Sedangkan Darul Ehsan langkahku.
Saat perpisahan hampir tiba
Kau ingin menyatakan sesuatu padaku
Aku menanti penuh kesabaran
Tetapi lidahmu kelu
Perasaan sebak menguasai diri
Adakah kau juga merasai
Apa yang aku rasakan
Hanya tuhan yang mengetahui..
Kita tidak pernah rapat
Kau dengan teman-temanmu
Begitu juga aku
Namun, citarasa kita serupa
Kita sehati sejiwa
Kegemaranku adalah kesukaanmu jua.
Kata-katamu kadangkala
Menyakitkan hati
Kadangkala jua
Menggembirakan diri ini
Salah faham menjadi kebiasaan
Aku dilemparkan dengan tuduhan
Saat itu aku berkata
Aku bencikan dirimu.
Oh teman...
Aku cuma mengimbau kenangan lama
Ku tahu kau sudah berubah
Apa yang dapat ku katakan kini
Aku sudah boleh memaafkan dirimu
Walaupun luka lama masih berdarah
Baruku tahu
Aku memerlukan kehadiranmu di sisi
Cabaran datang silih berganti
Aku terpaksa mengharunginya sendiri
Setelah sekian lama
Kita perjuangkannya bersama.
Kini,
Aku cuma mampu berserah kepada-Nya
Biarlah Dia yang menentukan segalanya
PERTEMUAN KITA
Itulah yang aku harapkan
Ku ingin kau tahu
Betapaku rindukanmu, temanku
Kenanglah daku sebagai kawan, rakan dan temanmu
Dengan izin Allah kita pasti bertemu...